Kenapa BlackCoin,NameCoin, Waves dan Coin generasi Awal lainnya banyak yang Mati

Daftar Isi

Sebelum Ethereum dan Token ERC 20 menjadi sangat populer seperti sekarang, Dahulu ada banyak Altcoin generasi awal yang bermunculan teknologi,fitur dan cara kerjanya semua hampir sama seperti Bitcoin.Namun banyak koin generasi awal seperti Black Coin, Wave, Namecoin, dan sejenisnya akhirnya "mati" atau tidak bertahan lama. Berikut alasan utamanya:

1. Tidak ada kasus penggunaan yang nyata

Banyak koin generasi awal hanya menyalin kode Bitcoin, mengubah nama dan beberapa angka, tapi tidak menyelesaikan masalah apa pun. Saat hype mereda, tidak ada alasan sebenarnya untuk orang-orang tetap memakainya.

2. Teknologi tidak berkembang & ketinggalan zaman

Proyek-proyek ini sering berhenti diperbarui. Sementara teknologi blockchain terus bergerak maju, koin-koin ini tertinggal dari segi kecepatan, keamanan, dan fitur baru .

 3. Tim menghilang / ditinggalkan

Banyak proyek awal dikelola oleh tim kecil atau bahkan perorangan. Ketika minat pasar turun atau dana habis, para pengembangnya meninggalkan proyek begitu saja — tidak ada pembaruan, tidak ada dukungan .

4. Tokenomik yang buruk

Banyak koin generasi awal punya sistem ekonomi yang tidak sehat: jumlah koin terlalu banyak, distribusi tidak merata, atau tidak ada mekanisme yang menjaga nilainya tetap stabil .

5. Pasar kripto masih sangat muda & berisiko

Di masa-masa awal, belum ada standar yang jelas. Saat pasar mengalami penurunan tajam (seperti tahun 2014–2015), koin-koin yang lemah langsung tergerus dan tidak bisa bangkit lagi .

 6. Persaingan yang semakin ketat

Dulu hanya ada sedikit koin. Sekarang ribuan proyek baru bermunculan dengan teknologi yang lebih baik. Koin yang tidak punya keunggulan khusus lama-lama terlupakan .

Ini dia contoh koin generasi awal yang sudah mati/terbengkalai:

Koin-koin Generasi Awal yang Sudah "Mati"

-  Namecoin (NMC) — koin tertua setelah Bitcoin, proyek nama domain terdesentralisasi, tapi pengembangan terhenti & hampir tidak dipakai

- Black Coin (BLK) — dulu sempat populer, sekarang volume perdagangannya nyaris nol

- Wave / Wavecoin — sudah lama ditinggalkan, tidak aktif lagi

Contoh lain yang terkenal:

-  Peercoin (PPC) — koin pertama yang pakai sistem campuran PoW+PoS, sekarang nyaris terlupakan

-  Feathercoin (FTC) — dulu disebut "alternatif ringan Bitcoin", sekarang hampir tidak ada yang pakai

-  Terracoin (TRC) — salah satu altcoin tertua, sudah tidak aktif pengembangannya

-  Junkcoin (JKC) — salah satu meme coin pertama, sudah lama ditinggalkan

-  Bellscoin (BELLS) — meme coin pertama yang terdaftar, jaringan sempat mati total tahun 2014

-  Quark (QRK) — sempat populer di tahun 2013, sekarang nyaris tidak ada di bursa

-  Incoin, Devcoin, Freicoin — juga termasuk koin awal yang kini sudah tidak berfungsi aktif

Yang terkenal karena skandal/bubar:

▪️ BitConnect (BCC) — skema ponzi kripto paling terkenal, runtuh tahun 2018

▪️ OneCoin — murni penipuan, tidak pernah punya blockchain asli

Dari ribuan koin yang lahir di era 2011–2014, hanya segelintir yang bertahan seperti Litecoin,Dogecoin dan Ethereum. Sisanya? Perlahan hilang karena tidak ada fungsi nyata, pengembang pergi, atau digantikan teknologi yang lebih baru. 

DogeCoin di buat tahun berapa?

Dogecoin (DOGE) lahir tahun 2013 ,Tepatnya diluncurkan pada: 6 Desember 2013

oleh: Billy Markus & Jackson Palmer 

Uniknya, Dogecoin justru salah satu dari sedikit koin generasi awal yang masih bertahan sampai sekarang, padahal awalnya dibuat cuma sebagai candaan/meme 

- Dogecoin tidak ada batas maksimal jumlah koinnya (tidak seperti Bitcoin yang maksimal 21 juta) 

- Setiap menit ada 10.000 DOGE baru yang masuk peredaran 

- Setiap tahun bertambah sekitar 5 miliar DOGE baru 

 Tapi ada yang unik:

Walaupun jumlahnya terus bertambah, persentase kenaikannya makin lama makin kecil. Karena yang ditambahkan tiap tahun jumlahnya tetap (±5 miliar), saat total DOGE makin banyak, inflasinya perlahan menurun — dari dulu di atas 5%, sekarang sekitar 3,4% per tahun 

Jadi: selalu bertambah, tapi makin pelan lajunya. Tidak akan pernah ada "Dogecoin terakhir" 

Risikonya:

1. Harga cenderung tergerus turun

Karena tiap tahun bertambah ±5 miliar DOGE baru, permintaan harus naik sekitar 3,4% per tahun hanya untuk menjaga harga tetap di tempat. Kalau pengguna tetap/tidak bertambah → harga lama-lama turun karena makin banyak koin yang dikejar permintaan yang sama.

2. Nilai koin kamu perlahan "terencer"

Kalau hari ini kamu punya 1 dari 150 miliar DOGE, tahun depan itu 1 koin kamu sudah jadi bagian yang lebih kecil dari total pasokan. Artinya persentase kepemilikan kamu berkurang sedikit demi sedikit.

3. Tidak cocok untuk simpan nilai jangka panjang

Berbeda dengan Bitcoin yang jumlahnya terbatas 21 juta, DOGE tidak ada batasnya. Jadi kalau permintaan tidak tumbuh terus, sulit bagi harganya untuk naik sangat tinggi dalam jangka panjang .

✅ Tapi ada sisi positifnya juga:

- Inflasinya makin lama makin kecil persentasenya — sekarang sekitar 3,4% per tahun, nanti akan makin turun meski jumlah yang ditambah tetap sama

- Justru karena terus ada koin baru, biaya transaksi tetap murah — cocok untuk dipakai sebagai mata uang pembayaran, bukan sekadar ditimbun 

Kalau permintaan tidak tumbuh, pasokan yang terus bertambah = harga akan sulit naik dan perlahan turun. Tapi kalau pengguna & pemakaiannya bertambah, kenaikan pasokan itu bisa tertutup oleh kenaikan permintaan. Jadi kuncinya ada di adopsi & pemakaian yang nyata, bukan cuma jumlah koinnya 

 Apakah Doge bisa di Burn/di bakar?

❌ Secara Sistem: TIDAK BISA

- Dogecoin TIDAK punya fitur pembakaran (burn mechanism) bawaan dari awal

- Protokolnya dirancang untuk terus menambah koin, bukan menguranginya

 Secara Manual: BISA, tapi...

- Kamu bisa kirim DOGE ke dompet yang tidak punya kunci akses (alamat mati) → koin itu hilang selamanya = ter-"bakar" 

- Tapi ini bukan mekanisme resmi, dan dampaknya sangat kecil. Setiap tahun 5 miliar DOGE baru lahir, jadi yang dibakar perorangan nyaris tidak terasa

 Intinya:

Tidak ada cara resmi untuk mengurangi jumlah DOGE. Kalau pun ada yang dibakar manual, koin baru yang muncul setiap menit jauh lebih banyak. Jadi totalnya tetap terus naik 😊

banyak koin generasi awal lahir karena antusiasme, bukan karena kebutuhan nyata. Tanpa fungsi yang jelas, pengembangan yang berkelanjutan, dan komunitas yang kuat, akhirnya perlahan-lahan ditinggalkan pasar.


Posting Komentar